Lita Lestari Utami
Alam semesta beserta segenap isinya menyimpan berjuta misteri yang selalu menarik perhatian manusia dari zaman ke zaman. Astronomi sebagai ilmu yang lahir dari usaha manusia untuk menyingkap sebagian rahasia yang terkandung dalam alam semesta telah berusia hampir sepanjang peradaban umat manusia. Ilmu astronomi pun menjelaskan bahwa alam semesta kita tidak diciptakan serampangan, akan tetapi ia diciptakan berdasarkan hukum-hukum cerdas.
 Ilmu astronomi yang kita kenal sampai saat ini telah mengalami perkembangan pesat dalam mengeksplor alam semesta. Hal ini ditujukan dengan jelas bagaimana para ilmuwan dari berbagai disiplin ilmu dapat menggabungkan pengetahuan khusus mereka untuk meningkatkan pemahaman kita di dalamnya hanyalah setitik debu yang tak berarti di dalam keluasan dan kebesaran alam semesta. Sehingga banyak menimbulkan pertanyaan ‘Apa keistimewaan kita sehingga di sini, di dekat sebuah bintang yang tak berarti muncul kehidupan’. Dimana kita? Siapa kita? Kita dapatkan kita hidup pada sebuah planet kecil di sebuah bintang, tersesat di antara dua lengan spiral pada pinggiran sebuah galaksi yang adalah anggota segugusan galaksi yang jarang, terselip di suatu sudut alam semesta yang terlupakan, dimana terdapat jauh lebih banyak galaksi daripada manusia.
Memahami dimana kita hidup adalah kondisi awal yang penting untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan di luar sana. Mengenal seperti apa lingkungan lain juga membantu. Jika kita ingin planet kita ini menjadi penting, ada yang dapat kita lakukan tentang itu. Kita membuat planet kita menonjol dengan keberanian pertanyaan-pertanyaan kita dan dengan kedalaman jawaban–jawaban kita. Adanya kehidupan memerlukan persyaratan amat ketat. Dari kacamata ilmu biologi dan kimia, kita dapat menyingkap segala pertanyaan yang berkaitan dengan pemahaman kehidupan  biologis di luar selain bumi kita.
Ketika dia, siapapun dewa itu, mengatur dan memisahkan massa yang tidak beraturan, dan mengurangi, memisahkannya menjadi bagian – bagian kosmik, pertama kali ia membentuk bumi menjadi sebuah bola yang amat besar sehingga bentuknya akan sama dari setiap sisi.. Dan, karena tiap wilayah tidak boleh tidak ada makhluk hidupnya, maka bintang – bintang dan bentuk – bentuk ilahi mendiami tingkatan – tingkatan langit, lautan didiami ikan – ikan yang bercahaya, bumi mendapatkan penghuni binatang – binatang buas dan burung – burung mendiami udara yang mengalir… Kemudian lahirlah manusia… meskipun hewan – hewan lain kurang baik, dan selalu memandang ke tanah, ia memberi manusia wajah yang tengadah dan membuatnya berdiri tegak dan melihat ke langit.
 – Ovidius, Metamorphoses, abad pertama

Astrobiokimia secara bahasa merupakan studi hubungan antara kehidupan dan kosmos. Secara harfiah, astrobiokimia merupakan penggabungan ilmu yang mempelajari bagaimana asal mula, evolusi, penyebaran, dan bagaimana kehidupan dimasa mendatang yang akan terjadi di alam semesta. Bahkan dalam bidang ilmu ini kita diharuskan mengerti tujuan pencarian kehidupan mikro di alam semesta ini seperti apa. Apakah nantinya kita akan menemukan bentuk kehidupan yang berbeda antara di bumi dan di luar tata surya kita. Berikut beberapa ahli memandang astrobiokimia dari sudut ilmu yang mereka dalami:

a.     Astronom dan Ahli Fisika: Ilmu yang mempelajari pembentukkan kehidupan sebagai perintis, pencarian kehidupan selain di bumi dan mengkaji kelayak hunian tempat tersebut.
b.     Ahli Kimia: Ilmu yang mempelajari bagaimana kehidupan muncul dari sebuah transisi interaksi molekul kimia.
c.     Ahli Geologi: Ilmu yang mengkaji pencarian fakta-fakta adanya air atau mineral penting di planet lain.
d.     Ahli Panteologi: Pencarian serta pembuktian bentuk awal kehidupan serta mencari formasi lingkungan di awal mula bumi terbentuk.
e.     Ahli Biologi: Ilmu yang mengkaji jejak evolusi kehidupan di bumi dan penjelasan tentang adanya seleksi alam.

Asal mula materi yang kita kenal saat ini, mulai dari polimer, senyawa, atom, hingga partikel elementer telah mengalami proses kimia bertahap dimulai dari peristiwa dentuman besar (big bang) hingga pembentukkan bumi (terrestrial). Berikut beberapa peristiwa yang mendukung proses terbentuknya alam semesta:


Big Bang
 Big bang merupakan suatu peristiwa pembentukkan alam semesta (dikenal sebagai teori Big Bang). Sekitar 13,7 miliar tahun yang lalu, keseluruhan alam semesta kita dikompresi ke dalam batas-batas inti atom yang dikenal sebagai singularitas.  Hal ini terjadi sebelum penciptaan ketika ruang dan waktu tidak ada. Menurut teori Big Bang, segala sesuatu berawal dari ledakan satu titik tunggal berkerapatan tak terhingga (padat) dan bervolume nol. Ledakan tak terlukiskan tersebut, memiliki triliunan derajat suhu pada setiap skala pengukuran. Sehingga menciptakan tidak hanya partikel subatom dasar, materi dan energi, tapi ruang dan waktu itu sendiri.
Proton dan neutron terbentuk dari 3 warna quark (materi). Sedangkan elektron hanya terdiri dari pasangan quark dan antiquark. Lalu bagaimana mereka terbentuk di alam semesta? Pada 10-35 detik setelah big bang, terjadilah apa yang biasa disebut dengan anihilasi materi–antimateri. Kini, kita mengetahui bahwa segala yang biasa kita lihat terdiri dari materi. Lalu tentu kita akan bertanya apakah anti materi itu dan mengapa kita tidak melihatnya selama ini. Ternyata, melalui eksperimen terhadap sebuah partikel diketahui bahwa peluruhan antimateri pada partikel tersebut terjadi lebih cepat dari materi. Jika kita analogikan dengan alam semesta yang masih muda ini untuk setiap 100.000.000 pasang materi–antimateri akan saling melenyapkan dan menghasilkan energi radiasi yang luar biasa serta sisa satu materi untuk membangun galaksi, bintang, dan berbagai benda langit yang kita ketahui. Namun, antimateri tidak benar- benar lenyap. Beberapa reaksi inti yang terjadi pada bintang juga menghasilkan antimateri seperti positron (‘elektron’ dengan muatan positif).
Melihat pada teori big bang, di ketahui hidrogen muncul sebagai unsur penting dalam dentuman besar, ledakan yang mengawali kosmos. Alam semesta memerlukan bentangan waktu sekitar 13,7–14 ribu juta tahun untuk mensiap-hunikan planet bumi bagi kehadiran manusia dengan rumah buminya yang dijuluki sebuah planet air yang biru.

 Ledakan Supernova
     Supernova adalah ledakan dari suatu bintang di galaksi yang memancarkan energi lebih banyak dari nova. Peristiwa supernova ini menandai berakhirnya riwayat suatu bintang. Bintang yang mengalami supernova akan tampak sangat cemerlang dan bahkan kecemerlangannya bisa mencapai ratusan juta kali cahaya bintang tersebut semula. Beberapa minggu atau bulan sebelum suatu bintang mengalami supernova, bintang tersebut akan melepaskan energi setara dengan energi matahari yang dilepaskan matahari seumur hidupnya. Ledakan ini meruntuhkan sebagian besar material bintang pada kecepatan 30.000 km/s (10% kecepatan cahaya) dan melepaskan gelombang kejut yang mampu memusnahkan medium antar bintang. Nitrogen dalam DNA kita, kalsium di dalam geligi kita, besi di dalam darah kita, karbon di dalam pastel kita dibuat di dalam bintang yang sedang runtuh. Kita terbuat dari materi bintang. Hampir tidak diragukan bahwa raksasa merah dan supernova adalah tungku dan wadah peleburan tempat materi di tempa.
Darimana atom–atom ini datang? Kecuali hidrogen, semuanya dibuat di dalam bintang. Bintang adalah semacam dapur kosmik dimana atom hidrogen dimasak di dalamnya menjadi atom yang lebih berat. Bintang terkondensasi dari gas dan debu antar bintang yang terdiri terutama dari hidrogen. Dua proton dan dua neutron merupakan inti sebuah atom helium, yang ternyata sangat stabil. Tiga inti helium membentuk satu inti karbon, empat oksigen, lima neon, enam magnesium, tujuh silikon, delapan sulfur, dan seterusnya.

 Pembentukkan Tata Surya        
      Terdapatnya awan gas yang berputar mengitari pusat galaksi dan suatu ketika bertemu dengan lengan–lengan spiral galaksi, yang merupakan sumber unsur–unsur berat yang dilemparkan oleh ledakan supernova. 
   Gelombang kejut saat terjadinya supernova ternyata membuat kerapatan awan tidak merata. Bagian yang paling mampat menarik bagian–bagian awan yang lain dengan gaya gravitasinya. Bagian yang paling mampat ini akan menjadi matahari atau protomatahari. Gaya gravitasi yang ditimbulkan oleh pusat awan diimbangi menjadi gerak melingkar oleh bagian–bagian awan yang lain sehingga seluruh awan berubah menjadi piringan pipih yang berputar kemudian mendingin dan kita kenal dengan sistem tata surya kita.
Gelombang kejut yang tadi dibahas ternyata telah melontarkan material-material berat bintang (hidrogen dan helium) ke ruang angkasa. Unsur-unsur ini kemudian berpindah ke bagian-bagian lain yang jauh dari bintang yang meledak tersebut. Diasumsikan bahwa unsur atau materi tersebut kemudian bergabung membentuk suatu bintang baru atau bahkan sistem tata surya di alam semesta.

Pembentukkan Planet
Sambil berjalannya pembentukkan dari tata surya kita, ada bagian–bagian piringan yang tidak ikut tertarik ke pusat, melainkan menggumpal sendiri sambil mengelilingi protomatahari. Materi–materi gumpalan yang paling mampat lalu memadat, sambil terus menarik materi–materi lain. Gumpalan–gumpalan inilah yang nantinya akan menjadi planet–planet.
Dilihat dari komposisinya, planet–planet di tata surya dibagi menjadi dua jenis, yaitu planet–planet terrestrial atau planet kebumian dan planet–planet Jovian. Disebut terrestrial (berasal dari kata terra yang berarti bumi) karena komposisi bahan–bahan penyusun planet segolongan dengan komposisi bahan penyusun bumi. Disebut Jovian karena komposisi bahan–bahan penyusunnya mirip yupiter. Planet–planet terrestrial seperti Merkurius, Venus dan Bumi didominasi oleh batuan silikat, memiliki massa jenis sekitar 5 kali massa jenis air, dan ukurannya tidak terlalu besar. Sedangkan planet Jovian seperti Yupiter, Saturnus, Uranus dan Neptunus memiliki rapat massa yang tidak terlalu besar, bahkan bisa mengambang di atas permukaan air karena didominasi oleh unsur–unsur ringan seperti hidrogen dan helium.
Planet–planet baru ini mulai berbeda keadaanya segera setelah terbentuk. Proses berlangsungnya peristiwa pembentukkan planet tidak terlalu lama untuk ukuran astronomi hanya 100 juta tahun saja. Planet–planet kita pun lambat laun ikut terbentuk hingga menghadirkan planet biru yang penuh akan kehidupan dan sampai saat ini hanya planet biru inilah yang mampu menghasilkan suara–suara kehidupan di ranah alam semesta kita ini.
Udara di bumi ini kebanyakan terbuat dari atom nitrogen (N), oksigen (O), karbon (K), hidrogen (H) dan argon (Ar), dalam bentuk–bentuk molekuler N2, O2, CO2, H2O, dan Ar. Bumi sendiri merupakan campuran yang kaya akan atom–atom, terutama silikon, oksigen, alumunium, magnesium dan besi. Api sama sekali tidak terbuat dari elemen kimiawi. Api merupakan plasma yang memancar dimana suhu yang tinggi telah mencabik sebagian elektron dari intinya.
Sedangkan Biokimia sendiri adalah ilmu yang mempelajari proses kimia yang terkait akan kehidupan biologis. Dengan memahami ilmu kimia berarti kita sudah mampu menjawab sebagian dari proses sebelum kehidupan itu bermulai. Dimulai dari peristiwa dentuman besar – Big Bang, supernova yang melontarkan unsur berat di alam semesta, hingga akhirnya pembentukkan planet yang kaya akan unsur yang kemudian bergabung menjadi molekul dan akhirnya pada rangkaian polimer yg panjang. Sedangkan dengan pemahaman ilmu biologi, kita akan mampu menjawab bentuk kehidupan selanjutnya. Memahami kehidupan pertama di bentuk, hubungan kekerabatan, evolusi hingga timbul pertanyaan, “Apakah makhluk hidup di bumi merupakan satu-satunya penghuni di alam semesta ini?”
Bentuk kehidupan selanjutnya kita pahami sebagai kelanjutan Biokimia dalam memahami segala kondisi ekstrim dalam menjaga kehidupan selanjutnya atau yang kita kenal dengan live extrim. Seberapa besar hasil yang kita dapatkan tentang pemahaman kehidupan di luar sana dengan mendalami live extrim? Benar-benar membuka mata bahwa kehidupan yang kita temukan disana bukanlah kehidupan yang sama dengan di bumi. Masih banyak cara yang harus kita temukan untuk mengungkap kehidupan di luar sana dengan memahami biokimia lebih lanjut.


- Lita Lestari Utami -
Lita Lestari Utami

Seharusnya ditanggal 5 september 2011 ini, bisa ngasih kejutan layaknya pasangan yang lain :'(  Kejutan yang bakal terjadi cuma 1 tahun sekali. Ternyata susah juga buat ngelaksanainnya. Secara tahun lalu juga gak bisa dateng pas di hari ulang tahunnya.

3 bulan yang lalu uda di rencanain bakal ngasih kado, di danau (tempat biasa duduk bengong bareng) pas jam 7 malem... huwwek ternyata cuma mimpi... buktinya susah buat jadiin semua rencana itu jadi kenyataan... waktunya terlalu mepet sama liburan ramadhan alias masih mudik. Jadi, jarak jakarta - tasik gak mungkin ditempuh gitu aja. Gak segampang yang dikira.. mesen sana sini penuh.. gak ada travel dan gak ada uang berlebih. Tadinya punya rencana mau beli barang - barang kayak:


 

Kemeja garis - garis... berharap nantinya bisa dipake min. kalo ada kegiatan non-formal, atau presentasi...mungkin kerja juga... Kemeja kan bisa dipakai kemana-kemana dalam kondisi apa aja.. apalagi co. Lagi - lagi gak kesempetan buat nyari :'(

atau dasi garis - garis.. walaupun belum kerja.. nabung dasi dari sekarang kan lumayan.. dasi itu kan ibarat sebuah pengharapan akan adanya penawaran baru, baik itu kerja atau peluang usaha mandiri. Bagus kan kalo kemana-mana dasi yang dikasih selalu dipakai.

Option yang terakhir kue :)  tadinya uda mesen blackforest dengan lilin 5 bintang - bintang di campina... uda dp eh.. giliran mau dilunasin... masih ada di tasik.. gimana cara bayarnya secara gak bisa transfer ,pake uang cash juga gak cukup. Padahal pengen banget bisa bawa kue buat ulang tahunnya :'(

Hmmm, Bunga mawar putih mungkin, sebenarnya bunga kesukaan aq sih ... tapi sedikit aneh ce ngasih bunga...hhe meskipun bunga kado paling simpel. tapi tetep aja gak bisa di jadiin kado lagi...seandainya ada bunga kayak gini di jalan lumayan di ambil dikit...hha.

Pilihan terakhir, ya cuma cerita... bikin tulisan - tulisan asal ceplos, gak indah gak teratur tapi punya maksud tujuan biar semua tahu seberapa istimewanya seseorang dan menjalin hubungan. Dengan tulisan seenggaknya bisa merekam sedikit cerita dan bisa terus dibaca meskipun gak semuanya mewakili kejadian disaat itu.


Foto pertama :) Acara pertama yang mengawali komunikasi antara aq dan ka yuda. Awalnya cuma nanya masalah orientasi arah penggunaan teleskop yang aq tanyakan antara ka yuda dan ka mirza disaat ka rayhan dan yang lainnya memperkenalkan teleskop. Awalnya gak ada cerita apa2. Bahsan seputar astronomi... itu yang kami bahas...

Gak disangka hasil cerita berdua, yang tadinya dikira belum ada arti apa - apa justru tenyata ada apa-apanya. . Akhirnya jadi penasaran bang ganteng yang suka disebut-sebut adly dan orang HAAJ lainnya... -,-" Seberapa eksis orang ini.... pokoknya 4 kejadian yang ternyata antara aq sama ka yuda punya kesamaan pikiran 1. Di angkot saat perjalanan ke villa 2.Pas nanya orientasi arah teleskop 3.Pas belajar mindahin energi matahari ke ka yuda karena disuruh pak widya 4. Perjalanan pulang yang katanya sih kesesat... ntah sengaja atau nggak. hhe

Biar gak keliatan aq doang yang kesenengan cerita ternyata inilah usaha ka yuda sebelum jadian..hho. Pokoknya gara - gara ke empat ke jadian itu, mulai cari lewat fb, no.hp, add sana add sini biar gak ketara sama yang lain.. Yang akhirnya bikin smsan terus dimulai sehari sebelum USM ITB 2010.... sampai selanjutnya... sering curhat ke dessy juga ntah masalah apa.. hhe. Makanya orang-orang sedikit pada ngerasa aneh waktu jadian... kok bisa tiba-tiba jadian... padahal setiap harinya sms... cerita sana cerita sini... jalan - jalan... :)). bukannya mau diem2.... tapi biar seru aja..hhe.. Berkat star party smanti bogor... besok2nya jadian...^^"

 

Foto ke dua, pas lagi Gerhana Bulan Total. Untuk kedua kalinya kita komunikasi lebih banyak... secara aq nginep hampir seminggu buat belajar teleskop. Lingkaran merah di foto kiri itu teleskop cermin punya UNJ yang menjadi tugas aq untuk mengoperasikannya. Tapi kali ini serius pengen belajar teleskop semaksimal mungkin sebelum ke bandung. Pura - puranya sih punya tanggung jawab sama UNJ biar teleskop nya gak kenapa - kenapa.. jadi meskipun bukan tanggung jawabnya.. kerjaannya bolak - balik ke teleskop UNJ yang dipegang aq... katanya sih banyak foto aq yang diambil diem-diem... hho...Jadi keinget kalo malem itu ada yang pura-pura minta fotoin sama teleskopnya. Padahal tugas jaga teleskopnya sebrang2an.


Kalo ini ceritanya uda jadian. Jalan - jalan pertama beberapa hari setelah jadian.. masi malu - malu kucing. Bayangin biar gak kehabisan omongan tetep aja peta bintang dibawa... padahal di ragunan..  harusnya ngomongin tentang tu binatang2... malah setiap kali bunyi jangkrik bunyi alias sepi... jadi ngomongin rasi bintang... karena ngerasa gak nyambung sama tempat akhirnya malah dijadiin kipas deh.. foto yang kanan itu diambil sama ka yuda... tadinya ku kira full aq sendiri ternyata diatur biar dapet foto berdua yang pertama kali.
 

Foto ini diambil tahun 2010 saat ada kegiatan star party HAAJ ke pulau pari... beberapa bulan setelah  jadian.... ide muncul dari ka zaki untuk buat kata LOVE... hha suatu keuntungan dan maksud tersembunyi aq mengatur posisi q selang seling. Biar terlihat serasi dengan ka yuda... OE yup dua huruf yang kita ambil untuk foto. Uda lama banget pengen majang foto ini.. tapi takut dikira norak... jadilah nyelip disini..



Foto yang sama saat di pulau pari... Tapi foto ini banyak jadi pilihan yang lain karena latarnya yang bagus... bukan kayak india loh... =,="  buktinya beberapa kali comment bagus ada di dua foto ini. Foto yang berkali kali aq jadiin PP....


Kalau ini sih foto pp berdua... yang samaan... diambil buru2 sebelum yang lainnya dateng..  sampe boongin erika ambilin celana... (maaf ya erika, salahin tuh ka yuda). Lagian kan langka bisa jalan dipantai... meskipun setelahnya dapet SP yang sebener2nya... :'(



Foto di atas itu foto disaat aq pertama kalinya presentasi untuk pertemuan rutinnya HAAJ.. Bukan makanan sehari - hari bagi aq untuk mengetahui astronomi tapi sudah diberi kepercayaan untuk mengisi salah satu materinya yang sebelumnya baru pak widya saja yang membahasnya. Berbekal pede dan gak enak uda disuruh jadilah dengan ke amatirannya mencari informasi sebanyak2nya tanpa banyak yang terkait dengan materi sebenarnya. Secara bukan anak olimpiade, atau penggemar  berat di astronomi... pada waktu itu baru menyukai dan dikira uda lama di astronomi dan mengerti tentang materi dasar astronomi. Meskipun sekarang uda mulai mengerti sedikit demi sedikit dan menggemari astronomi.

Belepotan, deg-degan, salah ini salah itu campur aduk saat itu. DOWN kata yang pas banget buat ngejelasin kondisi saat itu. Materi keluar jalan, pak widya yang berhenti menjadi moderator q di sesi kedua, pertanyaan yang tidak terjawab sempurna. aahhh masih banyak lagi. Rasanya pengen kabur pas sesi istirahat. Sadar atau nggak aq ngerti maksud pak widya tidak hadir saat sesi ke dua.. ditambah sms yang gak sengaja aq terima dari hp nya ka yuda. Sedih, bener2 sedih... gak ada semangat... siapa yang ngerti masalah astrobiologi selain pak wid? ....gak ada yang bantu jawab kecuali ka nurdin. Tapi bukan biologi yang dijawab.. tapi menurut q luar biasa membantu. gak ada diskusi. gak ada yang menarik.

Tapi di saat itu, ka yuda lah yang jadi penengah. Meskipun aq tahu pertanyaan itu pernah ditanyakan sebelumnya sama ka yuda.. Dia tahu aq  mampu menjawab. ka yuda bener2 bantu aq buat ngasih tahu sama yang lain. Aq tidak dibantu dalam menjawab dan aq mampu. Itulah yang membedakan ka yuda dengan yang lainnya. Dia memberikan kesan nyaman yang gak bisa dirasain sama yang lainnya.
 


Banyak orang bilang ini foto kayak pre-wedding.... Ngeeek -,-  padahal kejadiannya cuma di tanah kosong diperumahan yang belum jadi pula.. asal nunjuk asal jepret asal gaya... tadinya mau gaya, tapi canggung hasilnya ketawa sendiri... tapi yang ke jepret justru bagus.. canditan... 



Alhamdulillah meskipun setiap ulang tahunnya aq gak pernah dateng.... tapi di hari - hari penting lainnya aq bisa dateng nemenin ngasih semangat. Beberapa kali aq ngunjungin kampus B UNJ sekedar untuk hadir di SPS, sidangnya, sama ketemuan sama dosen untuk minta tanda tangan. Jauh - jauh dari bandung untuk ngintilin kesana kemari buat lihat berhasil nggaknya... 

Diperkenalin sama ka riser saat SPS bener2 bikin tambah asing aja... di astronomi kita kenal dengan sebutan alien... makhluk hidup yang tidak dikenal dan datang dari mana... Tadinya duduk rileks berpura-pura jadi mahasiswa UNJ yang lagi nonton sidang gitu aja... Tapi pengumuman diakhir bikin gak enak aja... Termasuk saat sidang.. mungkin cuma satu2nya lagi anak luar jauh dari peradaban yang lagi ada di situ. Berbekal pede toh selama aq TK, SD, SMP, SMA aq pernah satu yayasan sama UNJ... anggep aja kenal semua.. hhe yang paling penting bisa selalu ada disetiap hari - hari pentingnya.


Liburan terakhir yang paling nyenengin... sekaligus ngerayain 1 tahunan.... di puncaak.... jepret sana jepret sini... fotonya lumayan banyakkk ^^ dengan harapan lainn.. ngelanjutin perayaan yang sama di tahun berikutnya.
 

Terakhir Foto favorit... ^^ entah gimana punya doa di foto ini... doa yang panjang seluas mata  memandang lautan ini.... thanks buat ica sang fotografer... Doa yang sampai saat ini masih aq ucapin disela-sela impian q yang lainn... 


Cuma dengan tulisan banyak cerita yang tidak lengkap menjadi lengkap. Dengan tulisan moment yang terlupa jadi kembali teringat. Hanya dengan tulisan kita mampu mengekspresikan seberapa istimewanya pasangan kita.

Happy Birthday Bang Ganteng... NGOOOK +,+   Di umur yang ke - 23 semoga semakin dewasa. Dengan sikap dewasa segalanya bisa tercapai dengan sempurna dan indah.  Bisa mensyukuri apa yang uda didapat dan gak akan dengan gampang untuk ngelepasnya. Semoga janji 7 tahun lagi bisa terwujud meskipun ceritanya uda berbeda. Choa.... ^_^