Unknown

Dalam belajar tidak hanya sekedar membaca, mengingat dan menulis. Kadangkala, belajar harus dijadikan suatu kesenangan dan hobi khususnya bagi generasi muda. Pentingnya memperkenalkan ilmu alam untuk seorang anak kecil sangat baik dikarenakan sang anak bisa mulai mengenal lebih jauh tentang alam  selain dunia sekolah dan kehidupan di rumah. Bagi orang tua yang ingin mengajarkan ilmu sains khususnya astronomi, disini kita dapat mengambil dua contoh dengan cara membuat miniatur sistem tata surya dan teleskop yang menarik untuk anak-anak. Ajarkan mereka membuatnya, latih kemampuan ilmu alam mereka, dan kenalkan melalui pembuatan miniatur seperti ini:

A.    Miniatur Sistem Tata Surya
Mengenal uniknya Bumi serta planet-planet lainnya selain Bumi ternyata bisa membuat suatu keasikan tersendiri bagi anak-anak. Memperkenalkan seperti apa bentuk bumi kita, dimana kita tinggal serta keunikan planet lainnya bisa saja menimbulkan beragam pertanyaan di benak setiap anak. Mempelajari apa yang tidak bisa dilihat dan dipegang membuat setiap anak melatih imajinasi mereka tentang alam dan khususnya planet serta sistem tata surya yang kita pelajari. Jadi tidak ada salahnya membuat sebuah permainan dongeng dengan miniatur tentang tata surya kepada mereka.

Alat dan bahan:
Ø  Kardus Sedang (1)
Ø  Pemutar Kipas Angin Bekas (1)
Ø  Sumpit (16, berbagai ukuran)
Ø  Stik Es Krim (8)
Ø  Bola Plasik Besar (1)
Ø  Bola Plastik Kecil (8, berbagai ukuran)
Ø  Cat Warna
Ø  Lem Aibon
Ø  Kuas
Ø  Gunting

Cara Kerja:
Ø     Kardus berukuran sedang, kita lapisi cat warna hitam sebagai penanda langit.
Ø   Tempel pemutar kipas angin bekas di tengah kardus yang sudah dilapisi cat warna hitam menggunakan lem aibon.
Ø   Tempel sumpit di sekitar piringan putaran kipas angin. Tapi perlu di ingat tempel sumpit sesuai jumlah planet kita yang sekarang. Jadi kita butuh 8 sumpit dan susun sesuai dari yang jaraknya terpendek hingga terpanjang kedudukannya dari tengah-tengah pusat kipas angin.
Ø     Setelah sumpit disusun lapisi setiap bagian ujung sumpit dengan stik es krim secara vertikal.
Ø    Lalu susun kembali sumpit dengan ukuran panjang yang berbeda-beda sesuai dengan bentuk orbit planet di tata surya kita disetiap ujung stik es krim tentunya dalam keadaan berdiri.
Ø    Taruh bola berbagai ukuran di atas sumpit yang berdiri dimulai dari bola seukuran Merkurius, Venus, Bumi, Mars, Yupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus dengan menggunakan lem aibon.
Ø    Jangan lupa! Di tengah-tengah pemutar kipas bagian atas taruh bola yang lebih besar di antara bola lainnya sebagai penanda itu adalah matahari kita dan tentunya rekatkan dengan lem aibon juga.
Ø    Terakhir saatnya mewarnai… Warnailah setiap bola sesuai dengan warna planet dan Matahari kita. Jangan lupa sumpitnya diberi warna coklat tua.
Ø    Jangan lupa bahwa planet kita ada yang memiliki cincin. Buat cincin tersebut menggunakan kardus yang dibentuk bulat dengan lebar yang berbeda-beda. Cincin berdiameter lebar kita buat untuk planet Saturnus.
Ø    JADILAH, miniatur sistem keplanetan kita dengan Matahari yang besar ditengahnya. Planet kita pun bisa diputar layaknya sedang mengorbit sumber energi kita dibumi yaitu sang bintang Matahari kita.

B.    Teleskop ala Astronom Cilik
Bagaimana dengan teleskop? Seorang anak dapat diajarkan bagaimana cara melihat uniknya alam semesta kita tadi dengan mengenalkan alat-alat yang dibutuhkannya. Kita mengenalnya dengan sebutan teleskop. Kita dapat menceritakan apa saja yang bisa kita lakukan dengan alat canggih ini yang bisa kita lihat baik di Observatorium Bosscha maupun Planetarium Jakarta. Menceritakan sejarahnya pun bisa dilakukan. Memperkenalkan teleskop bisa menjadi sebagai penanaman hobi sejak dini bagi seorang astronom amatir yang kita temukan saat ini. Jadi tidak ada salahnya membuat teleskop sederhana untuk memperkenalkannya kepada anak-anak.

Alat dan bahan:
Ø  Kertas Kardus
Ø  Gunting
Ø  Jangka
Ø  Cat Warna
Ø  Bekas Gulungan Kain (1)
Ø  Lem Aibon

Cara kerja:
Ø    Buatlah 5 lingkaran dengan berbagai ukuran dari yang kecil sampai besar menggunakan jangka.
Ø    Masing-masing lingkaran besar dibuat kembali lingkaran yang lebih kecil ditengahnya.
Ø      Potong menggunakan gunting lingkaran besar dan lingkaran kecil di tengah agar terlihat seperti donat atau cincin.
Ø      Susun lima lingkaran tersebut dimulai dari yang kecil di depan hingga yang terbesar di belakang. Jangan lupa beri jarak.
Ø       Bagi dua kertas kardus kalian agar mendapatkan kertas kardus yang berulir atau bergelombang.
Ø      Setiap jarak lingkaran yang telah di susun, lapisi dengan kertas kardus yang berulir atau bergelombang. Ingat, yang bergelombang berada menghadap keluar.
Ø      Dan jadilah bagian tabung teleskop kita. Segera cat sesuai warna yang kalian inginkan dan jangan lupa beri nama kalian layaknya sebuah merek teleskop.

Terakhir, bermainlah dengan teleskop kalian sambil meneropong hasil miniatur tata surya kalian  layaknya seorang astronom cilik yang sedang melakukan observasi. Mintalah orang tua kalian atau kakak pembimbing kalian untuk bercerita mengenai keduanya.

Bersiaplah menjadi seorang astronom cilik ^_^

- Lita Lestari Utami -
Unknown

Untuk kedua kalinya sebagai pecinta astronomi kita kehadiran event dunia seperti InOMN. Dimana jutaan orang dari ratusan lokasi yang ada di bumi ini menyisihkan waktunya untuk mengamati tetangga terdekat dari bumi kita yaitu bulan. Apakah hanya sekedar mengamati? Ternyata tidak. Kita bisa lebih kreatif dengan anggota atau tim kecil kita sesama pecinta astronomi untuk berdiskusi ilmiah mengenai ilmu sampai hoax tentang bulan. Belajar mengenai peran bulan untuk bumi kita, belajar mengenai sejarahnya, belajar mengenai budaya dan tradisi tentang cerita rakyat yang berkembang di daerah masing-masing mengenai bulan dan tentunya sama-sama meneropong melakukan observasi. Contohnya di suku Sunda kita mengenal cerita rakyat tentang bulan dengan sebutan Nini Anteh. Sedangkan di luar negri kita mengenalnya dengan sebutan dewa atau makhluk surgawi. Ntah ceritanya seperti apa? Yang pasti eksplore itu sebagai pengetahuan kita tentang kebudayaan terdahulu ketika mengenal benda langit seperti ini.

Berikut beberapa kegiatan yang bisa kalian lakukan dalam meramaikan InOMN. Kita bagi cerita kita ke seluruh dunia bagaimana kita dan tim kecil kita bercerita mengenai bulan dan mengeksplore lebih jauh tentang bulan kita sebagai tetangga terdekat dari bumi :

I.         Mulailah bercerita dan mengenalkan siapa tetangga terdekat bumi kita.
Bulan adalah benda paling terang di langit bumi kita di malam hari. Kita bisa menyaksikannya dengan alat paling sederhana yaitu mata kita. Dengan mengamati akan timbul pertanyaan mengapa bulan kita terang ? Kenapa di bersinar di malam hari? ya, begitulah bulan. Bulan kita hampir sama sifatnya dengan planet yaitu tidak dapat memancarkan cahayanya sendiri seperti matahari. Bahkan bulan kita bersinar karena kebaikan dari matahari yang mau membagikan sinarnya dan kemudian dipantulkan ke bumi untuk dilihat ratusan juta manusia di bumi untuk di pelajari. 
Bagaimana dengan bentuknya ? Mengapa selalu berubah-ubah? Sebenarnya bentuk bulan kita selalu sama yaitu bulat. Hal yang membedakannya ialah penampakannya ketika di lihat dari bumi. Ternyata, posisi relatif antara bumi, bulan dan matahari kitalah yang membuatnya selalu terlihat berubah-ubah ketika di malam hari. Berikut ilustrasinya:

II.      Meneropong bulan
Setelah bercerita siapa tetangga terdekat bumi ada bagusnya jika kalian mulai bertanya seperti apa itu bulan dengan cara ajak tim kecil kalian untuk melihat bulan lebih dekat dan lebih jelas lagi. Siapkan keperluan pengamatan kalian dimulai dari binokuler, jikalau ada keluarkan teleskop kalian, kertas, pointer laser, kamera digital, tripod, makanan ringan (beng-beng : si pawang hujan), tikar, dan tentunya software astronomi. 

Binokuler, dipakai jikalau memang tim kecil kalian tidak memiliki perlengkapan pengamatan seperti teleskop. Setidaknya dengan binokuler kita bisa melihat lebih jelas penampakan bulan. Teleskop, sudah pasti di butuhkan untuk pengamatan yang lebih jelas dengan perbesaran yang lebih besar ketimbang ketika kita melihat dari binokuler. Kertas, setelah pengamatan ada baiknya kalian menggambar bagaimana bentuknya bulan dan kalau perlu jika ada anak kecil di sekitar kalian ajak mereka mengenal bulan dengan menggambarnya. Point Laser, dengan point laser ini kalian bisa menunjukkan sisi terang dan gelap dari bulan kita. Jikalau memungkinkan bisa menunjuk bagian-bagian bulan dengan menyebutkan nama-namanya. Kamera digital, dibutuhkan setidaknya untuk mengabadikan apa yang kita lihat nanti. Mungkin dengan adanya hasil dari foto yang kita ambil, kita bisa berbagi cerita dengan yang lainnya. Tripod, berfungsi sebagai penyangga dari kamera atau binokuler kita. Itu penting! Agar hasil foto yang kita ambil, tidak bergerak karena gerakan halus dari perpindahan tangan kita. Makanan Ringan, bagi seorang pengamat ada teman kecil sebagai pengganjal perut dikala dinginnya udara malam itu sangat penting. Makan ringan bisa jadi asupan kalori untuk membuat suhu panas di tubuh kita. Tikar, sudah pasti dibutuhkan untuk berjaga-jaga jikalau sang bulan sedang tertutup awan. Tidak mungkin menunggu sambil berdiri dengan adanya tikar kita bisa beristirahat sejenak sampai bulan terlihat kembali dengan kembali bercerita seputar bulan. Software Astronomi, lebih penting ketika kalian ingin memperkenalkan lebih jauh tentang bagian bulan. Karena penampakan bulan akan jauh terlihat lebih jelas dengan software astronomi. Berjaga-jaga ketika hujan akan datang.

III.     Menulis dan membagikan cerita tim kecil kamu kepada dunia
Apa yang kalian lihat di tanggal 8 Oktober nanti tidak hanya jadi sekedar pengamatan biasa. Buat pengamatan tim kecil kalian lebih berarti dengan menceritakannya dengan yang lain. Buat sebuah tulisan tentang hasil pengamatan kalian dimulai dari persiapan sampai hasil foto yang kalian dapat. Taruh di blog, facebook, atau note lainnya agar yang lainnya membaca. Bisa juga buat cerita kalian dalam dua bahasa. Lebih bagus lagi share pengalaman kegiatan kalian langsung disitus resmi InOMN. Jangan sampai telat ya dalam pengirimannya. Jadikan event kalian yang pertama dibaca diseluruh dunia…

Contoh situs untuk berbagi tulisan seputar InOMN.

Contoh situs untuk berbagi foto hasil pengamatan.
- Lita Lestari Utami -