Lita Lestari Utami
Kredit Photo : Dok. Google.
Kerapkali sebutan Mahasiswa menjadi diagungkan, namun sebenarnya apakah kita paham dan tahu makna dan arti kata mahasiswa itu sendiri?. Mahasiswa secara harfiah berasal dari dua buah kata Maha dan Siswa, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia Maha memiliki arti sangat, amat, teramat, dan besar. Sedangkan Siswa adalah seorang murid. Sederhananya kita dapat mengartikan mahasiswa adalah seorang murid yang besar dalam tanda kutip, yang memiliki banyak arti kompleks.

Arti kata Mahasiswa itu sendiri seperti sudah menjadi sebuah legacy dari jaman Era Reformasi. Mahasiswa diidentikan sebagai seorang pembuat onar yang hampir setiap hari muncul dalam media cetak maupun media elektronik, meskipun tidak semua mahasiswa “berperilaku” demikian, banyak juga mahasiswa yang mampu berprestasi dalam bidang akademik dan non akademik. Hal yang terkait Mahasiswa itu sendiri merupakan suatu kajian yang tidak akan terputus dan sangat menarik. Sungguh suatu kenyataan baik dari perspektif sejarah maupun dalam konteks realita bahwa  dinamika pergerakan mahasiswa telah memberikan fenomena yang yang berlangsung terus-menerus seolah tidak berujung.

Gerakan mahasiswa tampaknya memang sudah menjadi tuntutan zaman. Keberadaannya timbul dan tenggelam dalam pergolakan bangsa-bangsa yang ingin menata kehidupan demokrasinya menuju ke arah yang lebih baik. Pengalaman historis perjuangan bangsa telah membuktikan bahwa mahasiswa selalu memainkan peranan penting dalam setiap perjuangan. Mahasiswa telah menjadi kekuatan yang ada pada setiap perubahan yang tertoreh dalam sejarah bangsanya.

Seperti apakah mahasiwa tuntutan zaman era kini?. Sebagai seorang mahasiswa kita dituntut untuk memiliki sifat-sifat positif yang tidak dimiliki oleh kebanyakan masyarakat umum sebagai bekal kita untuk dapat membangun negara Indonesia ataupun lingkungan terdekat kita yaitu wilayah kampus. Sifat-sifat tersebut adalah prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner, dan juga tanggung jawab.

Prestatif berasal dari kata prestasi. Artinya sifat ingin selalu maju dalam segala bidang. Seorang mahasiswa dituntut berprestasi tidak hanya ingin maju dalam hal akademis namun juga kemampuan berorganisasi. Maka seorang mahasiswa dengan sifat seperti itu pasti akan menjadi orang sukses di hari yang akan datang karena ia tidak akan merasa bahwa kegiatan berorganisasi akan menghalanginya menggapai tujuannya dalam bidang akademis, justru ia akan merasa sebaliknya.

Sifat lain yang harus dimiliki oleh mahasiswa adalah aktif. Menjadi mahasiswa aktif bukan berarti harus rajin melakukan demonstrasi. Kegiatan seperti itu justru sebenarnya tidak layak dilakukan oleh mahasiswa yang dianggap memiliki tingkat intelegensi yang tinggi oleh masyarakat umum. Demonstrasi biasanya hanya akan membuat orang lain tidak nyaman karena menyebabkan kemacetan dan terkacang memicu terjadinya baku hantam antara mahasiswa dan petugas keamanan yang akhirnya akan merusak beberapa fasilitas umum. Fakta tersebut bahkan bertolak belakang dengan sifat lain yang harus dimiliki oleh mahasiswa, yaitu sifat tanggung jawab. Sementara, sifat aktif dapat diwujudkan dengan aktif dalam banyak kegiatan positif terlebih dalam kegiatan berorganisasi untuk mencapai banyak prestasi.

Selain itu mahasiswa juga harus tanggap. Biasanya, sifat tersebut diwujudkan dengan mengetahui dan memperhatikan sungguh-sungguh masalah-masalah yang ada disekitarnya. Misalnya, kegiatan  yang menunjukkan kepeduliannya dan memberikan uluran tangan kepada korban bencana alam dengan membentuk sebuah bakti sosial guna membantu saudara-saudara kita yang sedang kurang beruntung tersebut ketika mereka sedang tertimpa bencana.

Kita juga pasti sudah sering mendengar bahwa kita sebagai mahasiswa harus bertanggung jawab dengan label agent of change atau agen perubahan dalam masyarakat. Memang identik dengan ide brilian yang memberikan sumbangsih bagi perubahan, maka dari itu mahasiswa diharuskan memiliki pemikiran yang kritis dan visioner. Mahasiswa haruslah berpikir jauh ke depan untuk menciptakan banyak perubahan positif bagi bangsa ini. Di jaman sekarang ini sudah banyak media yang menjembatani mahasiswa atau bahkan masyarakat umum untuk memberikan pendapat-pendapat mereka bagi pemerintahan Indonesia, seperti kolom yang sudah disediakan media cetak atau media internet. Karena dengan menulis bukan berarti mereka tidak dapat menyuarakan pemikiran kritis mereka dengan lebih berani. Menulis dengan bahasa yang lebih sopan justru menunjukkan image mahasiswa yang berpendidikan.

Oleh karena itu, semua sikap itu harus dimiliki oleh semua mahasiswa untuk menjadi mahasiswa yang sukses. Mulai dari prestatif, aktif, tanggap, kritis, visioner, sampai tanggung jawab yang diwujudkan dengan menjadi mahasiswa aktif. Bukan hanya satu namun semuanya bersinergi menjadi satu.


Sumber : id.wikipedia.org

Penulis : Lita Lestari Utami
Lita Lestari Utami
Gambar 1. Badai Matahari.
Selain gelombang elektromagnetik, matahari juga melepaskan partikel berenergi tinggi. Aliran partikel berenergi tinggi dari matahari tersebar ke seluruh penjuru tata surya seperti hembusan angin di bumi. Penyebaran aliran partikel dari matahari ini disebut angin matahari. Angin matahari mengandung partikel-partikel bermuatan listrik yang dapat mempengaruhi dinamika medan magnet ruang antarplanet. Saat puncak aktivitas matahari, angin matahari berhembus dengan kecepatan lebih tinggi dan membawa partikel dengan energi yang lebih besar dari biasanya.

Semburan Radio Matahari
Perubahan jumlah dan laju partikel yang terlontar dari matahari menyebabkan berubahnya kondisi plasma di atmosfer matahari. Gangguan ini menyebabkan dipancarkannya gelombang elektromagnetik pada rentang panjang gelombang radio yang disebut semburan radio matahari. Karakteristik sinyal semburan radio matahari dapat digunakan untuk menentukan kecepatan partikel berenergi tinggi yang akan sampai ke bumi. Di LAPAN, peneliti menggunakan waktu kedatangan partikel berenergi tinggi ke bumi.

Badai Matahari

Saat berada di puncak siklus, matahari biasanya menghasilkan CME dan flare besar yang  peningkatan angin matahari, serta radiasi gelombang elektromagnet yang terpancar dari matahari. Jika ini terjadi, cuaca antariksa akan berubah drastis sehingga mempengaruhi kondisi atmosfer dan kemagnetan planet-planet di tata surya, termasuk bumi. Peristiwa ini disebut badai matahari. Badai matahari dapat membahayakan satelit dan astronot di luar angkasa, serta menggangu perangkat elektronika dan teknologi komunikasi landas-bumi yang kerjanya terpengaruh oleh kelistrikan dan kemagnetan bumi. Untuk siklus ke-24, badai matahari diperkirakan akan banyak terjadi pada tahun 2012-2013.

Waspada Badai Matahari

Dengan menggunakan teleskop, para peneliti LAPAN mengamati jumlah dan posisi sunspot. Hal ini bermanfaat untuk mengetahui kondisi matahari. Data jumlah dan posisi sunspot juga diperlukan untuk memprediuksi kapan terjadinya badai matahari.

Gangguan Sistem dan Orbit Satelit
Selain berpengaruh langsung pada planet-planet, gangguan cuaca antariksa juga berpengaruh pada teknologi satelit yang berada di ruang antar planet. Perubahan cuaca antariksa yang ekstrem dapat menyebabkan pemuatan listrik di satelit sehingga menggangu operasional satelit. Angguan cuaca antariksa juga dapat menyebabkan penurunan ketinggian orbit satelit. Akibatnya, orbit satelit mengalamai perubahan atau bahkan meluruh ke bumi.



Sumber : Buku, Fenomena Cuaca Antariksa. LAPAN.

Penulis : Lita Lestari Utami
Lita Lestari Utami
Kredit Photo : Dok Google.
No Time..  kata itulah yang menjadi beban hingga saat ini. Ketika ku boleh memilih, ku inginkan masa bebas ku dengan seragam abu-abu itu. Kebebasan yang kuraih sekarang hanya kebebasan absurd. Dimana harus terbebani dengan target keluarga tanpa mau mendengarkan keluhan-keluhan yang terjadi selama 3 tahun ku di Bandung.
.
Heran, mereka membebani ku dengan target mereka yang luar biasa tanpa membantuku secara moril. Memang ku butuh materi tapi moril jauh lebih penting. Kerja di LAPAN, ASDOS, Berkutat di Pemerintahan, Punya kerjaan tinggi dengan gaji mewah, Beasiswa Jepang, Jerman, Rusia, Membina hubungan dengan seorang DOKTER, PNS, Mencari seseorang yang lebih tua, lebih dari 5 tahun yang berlimpah harta dan memiliki nama atas keluarganya. Di saat umur ku yang masih 21 tahun dan telah terjadi sejak umur 19 tahun. 
.
Perbedaan suaralah yang membuatku bingung. Apa maunya seorang Ayah? Maunya seorang Ibu? Maunya kakak dan keluarga besar? Pernahkan mereka menyadari, kesehatan ku disini seperti apa? Perubahan pada fisik bukan karena asupan gizi tapi beban pikiran yang selalu ada setiap harinya. Terkadang yang ku butuhkan adalah keluarga dari luar. Yang memang mengerti siapa kita? Apa kemampuan kita? Potensi kita? siapa yang kita hadapi sekarang? Bukan yang dipikirkan mereka bahwa apa yang telah kita capai masih tidak sebanding dengan “mereka” anak sodara yang berkembang menjadi dokter karena kemampuan orang tuanya secara materi di swasta dan mereka yang fokus terhadap pendamping yang mapan secara materi saja. 
.
Ketika ku putuskan untuk menjadi pribadi yang berkualitas, ingin menjadi seorang penulis, ingin menjadi seorang peneliti, ingin menjadi seorang dosen, ingin mengemban pendidikan lebih tinggi, ingin menjadi seorang yang sederhana tetapi berkualitas tiba-tiba mesti terhentikan dengan pemikiran tidak akan mudah seorang wanita menjadi pribadi hebat tanpa materi disampingnya yaitu pasangan yang berlimpah harta karena kemampuan orangtuanya. Mereka tidak pernah mendengarkan siapa saja yang pernah mendukung anaknya ketika membutuhkan pertolongan secara moril. Yang didengar hanya pendapat sodara saja yang mereka tidak tahu apa yang diinginkan kita dan pribadi seperti apa kita. 
.
Ku hanya mengatakan, keinginan mu telah menjadikan anakmu terlihat lebih angkuh di depan lingkungannya sendiri. Menjadikan dirinya menyakiti banyak orang karena materil yang kalian inginkan. BIBIT, BOBOT, BEBET. Serta kenyataan bahwa yang kalian pilihkan dikarenakan asinnya kehidupan telah kalian lewati tanpa memikirkan kebahagiaan apa yang anak kalian butuhkan? Dan kegagalan apa yang telah anak kalian rasakan karena pilihan-pilihan itu. 
.
Ketika Tuhan, berkata lain terhadap semua jalanku. Maka yang ku lakukan, meminta mereka bersabar sama semua jalanku atau ku minta kesempurnaan dari mereka. Aku akan menjalani target mereka ketika mereka berusaha secara sempurna. Tidak sempurna maka ku yang berjalan. Kesempurnaan yang mereka inginkan dari ku yang membuat ku jadi pribadi lebih keras secara hati. Menutup segala kekurangan yang kulihat dan kuhadapi dari siapapun termasuk keluarga sendiri. Ini bukanlah sebuah kejahatan seorang anak tentang keluarganya melainkan bentuk terakhir yang bisa tersampaikan secara makna. Terkadang ku tidak memikirkan siapakah yang ku hadapi sekarang. Keluarga besar ku sendiri. Keluarga yang tercipta dari kesederhanaan berubah menjadi keluarga materil akibat persaingan tidak sehat dari sodara yang menjadikan anak-anak mereka sebagai investasi saingan. Ketika satu anak tergagalkan, yang ada pembalasan kesempurnaan hingga yang terakhir yaitu Si Bungsu.
.
Seandainya boleh memilih, Tuhan berikanlah aku kemudahan tinggal jauh dengan keluarga ku diluar negeri sana. Mengemban pendidikan dan pekerjaan yang kenyang. Menemukan tambatan hati sendiri yang bisa mendukung segala keinganan ku untuk jadi pribadi yang berwawasan ketika menjadi ibu dan seorang istri. Bukan tercipta menikmati kekayaan dan ketidakharmonisan sebuah keluarga. Dan jika boleh meminta, sampaikanlah ke hati mereka yang terdalam. Putri mereka bukanlah investasi yang selalu diingatkan jumlah nominal yang dikeluarkkan selama nafasnya masih berhembus.


Penulis : Lita Lestari Utami